(ditulis oleh: Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak)
Surga adalah negeri kemuliaan yang abadi, negeri yang penuh dengan
kenikmatan yang sempurna, yang tak ada cela sama sekali. Berbagai
kenikmatan telah Allah l persiapkan di sana. Dalam hadits qudsi, Allah l
berfirman:
“Aku telah persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang
tak pernah dilihat mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tak
pernah terbetik di hati manusia.” Kemudian Rasulullah n berkata, “Kalau
mau, silakan kalian baca:
“Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah
dipandang sebagai balasan bagi mereka. (as-Sajdah: 17)’.” (HR.
al-Bukhari no. 3244)
Akan tampak agungnya nikmat surga ketika dibandingkan dengan kesenangan
duniawi. Kesenangan dunia dibandingkan dengan kenikmatan akhirat
sangatlah rendah. Rasulullah n bersabda, “Tempat cemeti salah seorang
kalian di surga lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. al-Bukhari
no. 3250)
Oleh karena itu, masuk surga dan selamat dari neraka adalah kesuksesan yang agung, kemenangan yang besar. Allah l berfirman:
“Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.” (Ali Imran: 185)
“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan,
(akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal
mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga
‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan
yang besar.” (at-Taubah: 72)
Setiap muslim pastilah merindukan surga. Merindukan berbagai kenikmatan yang telah dipersiapkan oleh Allah l di sana.
Untuk semakin menambah keimanan kita tentang surga dan menambah
kerinduan kita kepadanya sehingga semakin bersemangat beribadah kepada
Allah l, maka kami akan paparkan sekelumit pemandangan surga dan
berbagai kenikmatan yang telah disebutkan Allah l dan Rasul-Nya.
Sifat-Sifat Surga
Di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah telah banyak disebutkan sifat surga.
Dalam kesempatan ini, akan kami sebutkan beberapa di antaranya.
Luas Surga
Allah l telah menjelaskan tentang luas surga dalam firman-Nya:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Rabbmu dan kepada surga yang
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertakwa.” (Ali Imran: 133)
Surga Bertingkat-Tingkat
Telah ada dalam nash yang sahih bahwa surga ada seratus tingkat, jarak
antartingkat sejauh langit dan bumi. Dari Abu Hurairah z, dari
Rasulullah n yang bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِينَ
فِي سَبِيلِهِ بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ
“Sesungguhnya di surga ada seratus tingkat yang dipersiapkan bagi para
mujahidin di jalan-Nya. Jarak antatingkat seperti jarak bumi dan
langit.” (HR. al-Bukhari no. 2790)
Pintu-Pintu Surga
Pintu surga ada delapan, salah satunya bernama Rayyan. Dari Sahl bin Sa’d z, dari Nabi n yang bersabda:
فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ
“Di surga ada delapan pintu. Ada pintu yang dinamai Rayyan, tidak ada
yang masuk melalui pintu tersebut melainkan orang-orang yang puasa.”
(HR. Buhari: 3257)
Akan ada orang yang dipanggil untuk masuk dari semua pintu, di antara
mereka adalah Abu Bakr z. (lihat Shahih al-Bukhari no. 1879 dan Shahih
Muslim no. 2418)
Penjaga Surga
Allah l berfirman:
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dibawa ke dalam surga
berkelompok-kelompok (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu
sedangkan pintu-pintunya telah terbuka, berkatalah penjaga-penjaganya
kepada mereka, “Keselamatan (dilimpahkan) untuk kalian. Berbahagialah
kalian! Masukilah surga ini, kalian kekal di dalamnya.” (az-Zumar: 73)
Dari Anas bin Malik z, Rasulullah n berkata:
آتِى بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ
الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ
لاَ أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ
Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk dibukakan. Penjaga surga pun
berkata, “Siapa kamu?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaga surga berkata,
“Aku telah diperintah membukanya untukmu, dan aku tidak boleh membukanya
untuk orang lain sebelummu.” (HR. Muslim no. 507)
Ayat dan hadits di atas menunjukkan bahwa surga ada penjaganya dari kalangan malaikat.
Yang Pertama Masuk Surga
Orang yang pertama masuk surga adalah Nabi Muhammad n dan umat pertama
yang masuk surga adalah umat beliau. Dari Anas bin Malik z, ia berkata
bahwasanya Rasulullah n bersabda:
آتِى بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ
الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ
لاَ أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ
Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk dibukakan. Penjaga surga pun
berkata, “Siapa kamu?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaga surga berkata,
“Aku telah diperintah membukanya untukmu, dan aku tidak boleh membukanya
untuk orang lain sebelummu.” (HR. Muslim no. 507)
Dalil yang menyatakan bahwa umat Muhammad n yang paling dahulu masuk surga adalah hadits:
نَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ
“Kita adalah yang terakhir (masanya di dunia), tetapi yang pertama di
hari kiamat. Kitalah yang akan masuk surga lebih dahulu.” (HR. Muslim)